Sajak Khas Buatmu A...

A...
Maaf kerana tidak dapat membantumu
Di kala parang ayah menyerang
Di kala wajah ayah memerah
Di kala suaramu tersekat

A...
Maafkan sekali lagi
Bukan aku tidak mahu membantu
Bukan aku tidak sayu
Bukan...Bukan... Bukan...

A...
Tika ayah mengacu parangnya
Hatiku meruntun sayu
Melihat kau cuba lari bertempiaran
Bersama rakan-rakanmu
Untuk hidup sehari lagi

A...
Realitinya aku tidak mampu
Menghulurkan tangan untuk kau sambut
Supaya dapat kubawa kau lari
Jauh dari parang ayah...

A...
Aku tidak mengerti
Mengapakah ayah terlalu benci akan dirimu?
Aku sudah tidak sanggup lagi melihat sandiwara ini
Aku hanya mampu menjadi pemerhati
Bersama seribu belas dihati
Bersama kasih yang tebal di nurani
Namun aku hanya seorang insan biasa

A...
Larilah kau
Jangan menyerah pada ayahku yang kejam itu

Ah A
Tidak dapat aku gambarkan
Di kala parang ayah menetak lehermu
Air mataku mengalir menuruni pipi
Tak tertahan lagi... Sedih... Sayu...

Yeah...!
Seluruh isi keluargaku bersorak
Semua berpesta
Atas kematianmu...

A...
Ayamku...
Kematianmu, nyata amat pedih
Tetapi kau menjanjikan santapan istimewa untuk kami
Ayam goreng bersambal!!!
Nyam... Nyammm... Nyammm...

Share on Google Plus

0 comments: